Ilustrasi: Steve Jobs vs Somalia Kids

(Klik gambar untuk memperbesar. Klik kanan “save as” untuk mendownload)
Kehidupan sosial kita saat ini benar-benar kacau. Di saat Steve Jobs, seorang CEO Apple, meninggal dunia, ribuan orang menangis untuknya. Bersamaan dengan itu, di saat ribuan anak Somalia meninggal dunia karena kelaparan, bahkan tak ada satu pun yang menangisi mereka. Mari kita asah hati dan kesadaran kita agar lebih peka terhadap sosial kita.
Untuk membuka beberapa file download dalam bentuk .zip, .rar, dan .pdf, Anda membutuhkan software pendukung (adobe reader & winrar), silakan download di sini jika belum punya. Apabila terdapat file yang rusak dari situs kami, silakan dilaporkan kepada admin lewat form kontak. Selamat membaca!








October 23rd, 2011 at 10:46 pm
Astaghfirullah . .
(
sapa yg perhatian. . .
bener banget
c STEVE meninggal semua pada sok sok an perhatian n geger. sedangkan sodara kita di Somali dan skitarnya
Reply
October 27th, 2011 at 5:32 pm
marilah kita mengkaji ulang diri kita dalam masalah kepedulian yang memang benar untuk orang yang memang membutuhkannya….
Reply
November 9th, 2011 at 4:14 pm
inilah media,,,,
bukan perkara 1 ato seribu, melainkan mana yang sering dilihat dan dipublikasikan, maka itulah yang akan lebih melekat pada kita.
btw, apa yang sudah kita lakukan untuk saudara kita??
Reply
November 12th, 2011 at 11:28 pm
banyak inspirasi yg saya dapat,makasih bnyak yah
Reply
November 23rd, 2011 at 1:31 pm
Jangan bilang no one cries ya… Setiap satu anak meninggal somalia, selalu ada relawan yg menangisi kepergiannya…
Belum lagi keluarga dan orang tuanya…
Nice pic tapi terlalu lebay…
Reply
December 4th, 2011 at 6:55 pm
@Hari
Cool..
..
Kita sependapat
Reply
March 7th, 2012 at 10:35 am
poster itu juga bisa dilihat dari sudut yg lain:
sebuah pilihan untuk memotivasi setiap orang, hal positif apa yg ingin kita sumbangkan untuk dunia sehingga kematian kita akan ditangisi jutaan orang. atau apakah kita hidup akan membebani orang lain dan dunia sekitar kita, sehingga kematian kita tidak akan ada yg menangisi bahkan dikehendaki.
Reply
April 1st, 2012 at 1:14 pm
@ antz
astagfirllh.pernyataan anda sgt melecehkan.apa maksudnya dgn ‘hidup membebani org lain dan dunia sekitar kita,shgga kmatian kita tdk akan ditangisi bahkan dkehendaki’? anda merujuk kematian yg dkehendaki itu adalah ank2 somalia?sdgkan kmatian Steve diagung2kan krn peninggalannya yg sebejibun.kamu pikir ank2 somalia mau terlahir di kondisi dan waktu sperti itu?andai mereka bisa memilih,tentu mereka akan milih lahir dr rahim2 kuat yg bs mnjamin kualitas khidupan mreka termasuk ksehatan mereka.pernyataan anda sgt menghakimi, seolah-olah ank2 somalia itu gak berguna sm skali,padahal bila mereka dberi ksempatan utk hidup dan sehat, mereka bisa jadi mengalahkan karya2 steve jobs dmasa mendatang, who knows?org2 besar berasal dari lingkungan yg sulit, hanya mereka yg ditempalah yg jiwanya akan terbentuk menjadi tough.Ibnu Sina,ilmuwan muslim terkenal dgn penemuan2nya yg diadopsi sbg acuan dunia barat dlm bidang kdokteran dll,meski di masa hidupnya dia hidup berkecukupan dan sakit2an hingga mati muda,toh dia berhasil ‘menyumbang’ banyak to the world. so, please,tarik balik ucapanmu!jgnlah meremehkan derajat seseorang even kids,u’ll never know what they’ll become.
Reply